Sinergi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya dan HA IPB Kabupaten Cirebon: Optimalkan Layanan Gizi Santri Al Bahjah
JURNAL GAYA - Untuk memperbaiki mutu pelayanan gizi untuk para santri, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tasikmalaya Program Studi Gizi Cirebon berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Al Bahjah di Kabupaten Cirebon melaksanakan kunjungan studi banding ke Rumah Sakit Permata Cirebon.
Pada kegiatan itu pula turut melibatkan Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Kabupaten Cirebon guna berpartisipasi dalam memberikan bimbingan teknis terkait layanan gizi yang akan datang.
Tujuan kegiatan ini adalah agar dapur Pesantren Al Bahjah Kabupaten Cirebon dapat menerapkan Sistem Penyelenggaraan Makanan (SPM) yang baik.
Kegiatan tersebut dilakukan pada Sabtu, 10 Mei 2025 pukul 11.00 WIB dipimpin oleh Sholichin selaku Ketua Tim Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Prodi Gizi.
Hadir pula Sekretaris Jenderal dan Humas HA IPB Kabupaten Cirebon yaitu: Asep Sarifudin dan Slamet Purwanto.
Dari pihak Al Bahjah hadir Ustadz Rofi’i di Bidang Pembangunan Yayasan dan Firda sebagai penanggung jawab dapur di pondok pesantren.
Tim diterima langsung oleh Toni Andri selaku Kepala Instansi Gizi dan Dzikri dari Manager HRD RS Permata Cirebon.
Pada kesempatan itu, Ustadz Rofi'i mengatakan bahwa tujuan dari kedatangan mereka adalah untuk meninjau manajemen kantin asrama guna meningkatkan pemenuhan standar nutrisi dan kebersihan yang optimal.
"Kini, tim dapur Al Bahjah sudah berusaha ekstra untuk menghidangkan masakan sehat dan bergizi bagi para santri. Akan tetapi, tantangan belum hilang sepenuhnya dalam hal pencapaian keseimbangan nutrisi dengan akurat, terlebih lagi pada penyediaan serat dan protein yang cocok dengan umur serta jenjang pendidikan mereka," katanya.
Pengunjung Studi ke Dapur Berteknologi Tinggi
Di samping itu, Firda menyebutkan bahwa walaupun jadwal makanan telah cukup bagus, tetapi masih belum disertai dengan penilaian kecukupan nutrisi yang mendetail.
"Masih menjadi PR kami untuk bisa memastikan setiap sajian tidak hanya lezat, tetapi juga memenuhi angka kecukupan gizi harian santri," katanya.
Melalui arahan dari pimpinan Al Bahjah atau yang akrab disebut Buya Yahya, pihak yayasan ingin menjadikan dapur Al Bahjah sebagai unit layanan yang profesional, baik dari sisi peralatan, tata kelola, hingga penataan fisik bangunan dapur.
Manajemen Nutrisi dalam Skala Besar di Rumah Sakit Permata
Sebaliknya, RS Permata Cirebon bersedia membagikan pengetahuannya tentang manajemen pelayanan gizi yang rumit dan ketat, terutama karena fasilitas kesehatan tersebut menangani ribuan pasien dan kunjungan setiap harinya.
Toni menyatakan, "Terdapat berbagai elemen teknis yang perlu diawasi, termasuk persetujuan kesehatan lingkungan, keamanan dan kesejahteraan pekerja, pembelian bahan mentah, sampai dengan penyaluran produk makanan."
"Penyiapan makanan tidak hanya berfokus pada rasanya saja, tetapi juga mencakup aspek keamanan pangan, efisiensi dalam prosesnya, serta tentu saja nilai nutrisinya," jelas Pak Dzikri.
Kerjasama Menuju Masa Depan yang Lebih Sehat dan Berbahagia
Sholichin sebagai Ketua Tim dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Prodi Gizi dengan senang hati menerima kerja sama tersebut. Baginya, adanya kolaborasi di antara lulusan perguruan tinggi, lembaga pendidikan agama seperti ponpes, serta instansi pelayanan kesehatan semacam rumah sakit bisa membentuk contoh untuk meningkatkan penyediaan jasa publik secara signifikan.
"Langkah ini menunjukkan dengan jelas bagaimana pengetahuan, pengalaman, serta keahlian dapat digabungkan untuk membentuk masa depan pemuda yang lebih sehat dan terdidik," tandasnya.
Comments
Post a Comment