Posts

Showing posts with the label economics

Finance, Economy & Trade with Richmond Kwame Frimpong: Shaping Economic Zones for Sustainable Growth

Image
The Evolution of Economic Zones: From Tax Havens to Sustainable Growth Hubs Economic zones have long been recognized as powerful tools for driving manufacturing competitiveness, accelerating industrialization, and fostering trade and investment. In emerging markets, these zones have played a crucial role in shaping economic landscapes and creating opportunities for growth. Traditionally, economic zones have been associated with tax incentives and minimal regulatory oversight, making them attractive to businesses seeking cost-effective environments. However, as the global economy transforms and environmental sustainability becomes a top priority, there is an increasing need to redefine the purpose and functionality of these zones through national policy reforms. Special economic zones (SEZs) have historically contributed to economic growth by promoting innovation and generating sustainable, inclusive jobs. Countries such as China and India have leveraged SEZs to attract foreign direc...

Gov Targets Gold Income to Curb Speculation

Image
Government Proposes Taxing Income from Gold Trading The Vietnamese government is considering amendments to the tax laws, aiming to include income derived from gold trading. This move is part of a broader effort to enhance market transparency and reduce speculative activities in the gold sector. The initiative comes as a response to growing concerns about the volatility of gold prices and the need for more stringent oversight. In a recent statement regarding the amendment of the Personal Income Tax Law, the government directed the Ministry of Finance and the State Bank of Vietnam to implement these changes. The decision reflects a commitment to ensuring that all forms of income are subject to appropriate taxation, which analysts believe will create a fairer environment for investors across different asset classes. Rising Volatility in Gold Prices Gold prices have experienced significant fluctuations in recent weeks, prompting both regulatory bodies and market participants to pay clo...

Teriak Pedagang Kuliner Solo: Kenapa Harga Kelapa Masih Tinggi?

Image
Kenaiakan nilai produk pasar, seperti kelapa parut di daerah tersebut. Kota Surakarta Atau Solo tidak tertahan selama beberapa bulan terakhir. Kelapa parut yang biasanya dihargai sekitar Rp7.000 per butir saat ini telah meningkat menjadiRp15.000 per butir di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Legi Kota Surakarta. Widodo, seorang pedagang kelapa parut di Pasar Legi, mengatakan bahwa situasi serupa telah berlangsung sejak pertengahan tahun 2024. Ia bahkan memperkirakan bahwa saat Lebaran 2025, harga kelapa parut dapat naik hingga Rp25 ribu untuk setiap bijinya. "Berfluktuasi antara naik dan turun, minggu lalu harganya berkisar antara Rp15ribu sampai dengan Rp16ribu," jelas Widodo ketika ditemui di warung pasarnya, Jumat (9/5/2025) sore hari. Bukan hanya harganya yang naik sampai 100 persen, tetapi Widodo juga menyebutkan bahwa ketersediaan kelapa parut dari para petani pun terbatas. Warganya dari Grogol, Kabupaten Sukoharjo, menjelaskan bahwa peningkata...

Harga Bahan Pangan Terkini: Cabai Rawit dan Minyak Goreng Anjlok

Image
, Jakarta - Badan Pangan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan harga pada 17 komoditas dari total 25 yang diamati. bahan pangan Pada hari Sabtu, tanggal 10 Mei 2025, Bapanas melaporkan adanya penurunan harga pangan sekitar antara Rp 15 sampai dengan maksimum yaitu Rp 4.517. Monitorisasi oleh Tempo di situs web resmi tersebut dilakukan Bapanas , Sabtu, 10 Mei 2025, data panel konsumen mencatat penurunan harga secara konsisten terhadap bawang merah dan cabai rawit merah di antara belasan komoditas lain dalam kurun waktu satu pekan belakangan. Harga bawang merah pada hari ini adalah Rp 38.691 atau turun sebesar Rp 1.642 dibandingkan kemarin. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar Rp 2.732 jika disandingkan dengan harga bawang merah pada Ahad, 6 Mei 2025 lalu yakni mencapai Rp 4.423 per kilogram. Adapun penurunan harga terbesar pada hari ini terjadi pada daging kerbau lokal. Harga daging kerbau lokal pada hari ini adalah Rp 136.429 per ki...

BGN: Program Makanan Bergizi Gratis Dapat Mengurangi Tawuran Siswa

Image
, Jakarta - Wakil Direktur Bidang Sistem dan Tata Kelola dari Badan Gizi Nasional (BGN), Tigor Pangaribuan, yakin akan keberhasilan program tersebut. Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat mengurangi angka tawuran pelajar Keyakinannya berasal dari fakta bahwa nutrisi yang cukup dapat menghindarkan seseorang dari rasa lapar. Ketika perut sudah kenyang, emosi marah pun dapat mereda. “Rasa lapar itu men- trigger kemarahan. Orang yang lapar adalah orang yang marah. "Penduduk yang kelaparan adalah penduduk yang murka dan dipenuhi amarah," ungkapnya setelah berpartisipasi dalam diskusi Gerakan Milenial Pencinta Tanah Air (Gempita) dengan tema 'Ada Apa dengan Prabowo' di Jakarta pada hari Sabtu, 10 Mei 2025. Menurutnya, pelaksanaan program diet seimbang dapat membekali murid dengan nutrisi yang dibutuhkan. Nutrisi yang memadai tersebut diyakini bisa menurunkan tingkat kekerasan di antara para siswa contohnya melalui penghentian tawuran. ...