Menyelami TPU Karet Bivak: Tempat Terakhir bagi Para Pemimpin Nasional
, Jakarta - Bila Paris memiliki Père Lachaise sebagai lokasi pemakaman para tokoh terkenal, Jakarta juga mempunyai suatu tempat serupa. TPU Karet Bivak . Pemakaman Meskipun tidak sebesar yang ada di Paris, TPU Karet Bivak tetap menjadi pemakaman bagi berbagai tokoh terkemuka. Banyak wisatawan mengunjungi lokasi ini hanya untuk melihat kuburan para selebriti tersebut.
TPU Karet Bivak mencakup lahan seluas 16,2 hektar, menjadikannya sebagai tempat pemakaman terbesar kedua di Jakarta. Lokasi ini sangat baik karena berada di pusat kota, tepatnya di wilayah Kecamatan Tanah Abang. Orang-orang bisa mengakses daerah tersebut melalui gerbang utama yang ada di Jalan KH. Mas Mansyur atau juga dari jalanan lain seperti Jl. Penjernihan.
Sejarah TPU Karet Bivak
Kawasan Pemakaman Karet Bivak didirikan pasca kemerdekaan Indonesia. Area tersebut dulunya adalah tanah peruntukan untuk kebun karet. Di hadapan gerbang utama tempat pemakaman saat konstruksinya pertama kali dimulai, berdiri bangunan perkantoran penjagaan kepolisian, sering juga dikenali sebagai bivak. Oleh karena itu, warga lokal memberikannya nama "Karet Bivak," kendati struktur bivak telah lama hilang.
Selama masa kepengurusan Gubernur Soeprapto, terjadi perombakan besar pada area kuburan. Ini meliputi pembuatan nisan yang rata dan seragam, renovasi jalanan petilasan dengan pemasangan beberapa lampu hias, serta pengaturan tempat parkir di bagian utara lokasi tersebut.
Area pemakaman ini pernah mengalami peningkatan ukuran dan juga pengadaan jalanan baru. Akibatnya, sejumlah kuburan harus dirobohkan. Di antara mereka adalah makam dengan nama Raden Soekemi Sosrodihardjo, sang ayah dari presiden pertama Indonesia. Nantinya, jenasah Raden Soekemi akan dipindahkan ke daerah Blitar, Jawa Timur.
Berwisata ke Tugu Pahlawan Nasional
Chairil Anwar dikuburkan di Blok AA1 Baris 35 Nomor 248. Tempat peristirahatan terakhirnya dapat dengan mudah dikenali karena adanya sebuah prasasti besar berwarna putih yang bentuknya mirip dengan pensil. Ikonik bagi dunia sastra, salah satunya adalah melalui karyanya sebagai seorang penyair.
Umumnya sebelum memasuki Hari Puisi Nasional pada tanggal 28 April, banyak orang yang melakukan hal ini. berziarah Ke lokasi pemakaman tersebut untuk melafalkan sekuensi doa dan menyebarkan bunga. Tidak jarang juga para pengunjung meninggalkan potongan kertas yang bisa jadi berisikan barisan-baris syair puisi hasil kreasi mereka sendiri.
Di dekat lokasi tempat pemakaman Si Binatang Jalang, terdapat juga akhir istirahat untuk Ismail Marzuki. Lelaki asli Betawi tersebut diingat sebagai seorang komposer luar biasa dengan ciptaan-ciptaannya yang masih bernyanyi sampai hari ini, misalnya lagu "Juwita Malam", "Sepasang Mata Bola", dan "Halo-Halo Bandung".
Kuburnya nampak sederhana, dilengkapi dengan tiang papan berwarna hijau bertuliskan "Makam Pahlwan Nasional". Di sekitarnya juga dapat dilihat bendera merah-putih yang mengibaratkan semangat nasionalisme tetap menyala, walaupun dia telah meninggal.
Di area lain ada juga pemakaman Hoesni Thamrin yang cukup menyita perhatian. Nisan di sana berupa tiang dengan tinggi sekitar dua meter dan warna kelabu tua. Di nisan itu tertulis "Disini Tempat Beristirahat Mohaman Hoesni Thamrin". Tak sedikit orang ternama yang datang untuk ziarah ke tempat pemakaman pahlavanan nasional asal Betawi ini.
Di samping tiga figur yang sudah disebutkan, ada juga beberapa nama penting lainnya yang melebihi jumlah delapan puluh orang, antara lain Benyamin Sueb, Sabeni, Bing Slamet, Pramoedya Ananta Toer, Usmar Ismail, Fatmawati, serta sangat banyak lagi nama-nama lain.
Galeri Tokoh Bangsa
Terdapat Galeri Tokoh Bangsa di dalam kompleks Gd. Taman Makam Pahlawan yang dirancang tahun 2022, sebelum penjabatannya sebagai mantan Gubernur Jakarta oleh Anies Baswedan mencapai akhir. Struktur gedung ini menempati area tanah dengan total luas 1.310 meter persegi serta menyimpan bangunan utama dengan luas lantai sebesar 980 meter persegi.
Galeri ini menyimpan data digital tentang 15 individu nasional yang dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak. Para pengunjung bisa mendapatkan informasi tersebut dengan menggunakan layar yang telah disediakan. QR Code Yang terdapat untuk setiap nama karakter, mengandung informasi seputar jejak karier dan kehidupan mereka.
Taman Makam Tokoh Bangsa mengusung gaya desain modern tropis serta minimalis dengan atap berdiri tinggi, meskipun demikian masih mencerminkan elemen kearifan lokal.
Pembuatan gedung bertingkat dua ini dimaksudkan supaya warga bisa mengenal, belajar tentang, serta menjadikan teladan kehidupan para tokohnya yang luar biasa tersebut.
MUHAMMAD RIFAN PRIANTO
Comments
Post a Comment