Hindari 5 Jenis Makanan di Prasmanan untuk Kesehatan Lebih Baik
, Jakarta - Menu makanan yang disajikan secara prasmanan Seringkali menarik untuk dicoba. Akan tetapi perlu waspada saat memakannya supaya terbebas dari gangguan kesehatan. Apalagi bila Anda sedang berlibur dengan paket all-inclusive, yang meliputi banyak jenis biaya di depan, seperti penginapan, makanan, minuman, serta kegiatan.
Jenis liburan seperti ini mempermudah dalam mengelola budget terutama bila destinasi berada di luar negeri. Para wisatawan bisa lebih rileks sepanjang perjalanan termasuk soal keuangan. makanan yang kerap kali ditampilkan dalam format buffet dengan ukuran yang luas.
Pelayanan prasmanan tanpa batasan tidak lagi menjadi ide segar. Ide menyajikan berbagai hidangan secara bersamaan pertama kali booming di Swedia pada masa Abad Pertengahan dan kemudian di Las Vegas, AS, pada era modern. Namun, terdapat beberapa macam panganan tertentu yang perlu dikurangi untuk memelihara kondisi tubuh saat sedang istirahat dari rutinitas.
Prasmanan bisa memicu paparan bakteri E. coli akibat kemungkinan pencemaran silang serta pengolahan pangan yang kurang benar. Jessie Chambers, Konsultan Perjalanan Tingkat Lanjut dari Global Work and Travel, merekomendasikan agar tetap mengonsumsi hidangan yang baru saja diproses dan lebih baik hindari menyantap lima tipe makanan pada prasmanan seperti di bawah ini.
1. Saus dan kuah
Saus serta kuah biasanya ditempatkan di bawah pemanas untuk menjaganya tetap hangat saat disajikan. Akan tetapi, Jessie mengingatkan bahwa apabila suhu saus tidak dipertahankan pada tingkat yang cukup panas, hal itu dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri. Umumnya terdapat petunjuk pasti ketika saus atau kuah harus ditolak, seperti adanya lapisan yang timbul di permukaannya.
Suhu pangan hangat perlu dipertahankan minimal 60 derajat Celsius, hal ini umumnya dicapai dengan cara seperti ini: chafing dish , slow cooker , penampang pemanas, atau loyang penghangat yang bekerja secara efektif. Anda dapat memastikan bahwa hidangan panas sungguh-sungguh hangat, terlihat dari asap yang menyala, saus yang mendidih, atau komponen pemanas yang aktif dengan jelas.
Salah satu jenis bakteri Bakteri jahat yang sering ditemukan pada makanan yang telah disimpan terlalu lama adalah Clostridium perfringens. Apabila terinfeksi oleh bakteri ini, biasanya gejala seperti diare dan sakit perut akan timbul antara 6 sampai 24 jam setelah memakan makanan yang tercemar.
2. Hidangan nasi serta pasta yang dikukus
Sebagaimana dikenal luas, sebaiknya kita tidak meninggalkan nasi atau pasta pada suhu kamar untuk waktu yang cukup lama. Durasi lebih dari dua jam bisa mengakibatkan perkembangbiakan bakteri. Khususnya Bakterium Bacillus cereus, yang berpotensi menimbulkan penyakit keracunan makanan.
3. Potongan buah serta sayuran untuk salad telah disiapkan sebelumnya
Produk fresh seperti buah dan salad belum tentu menjadi opsi yang lebih aman. Sebab, apa pun yang dibersihkan menggunakan air terkontaminasi bisa menyebar bakteri E. coli, oleh karena itu alangkah baiknya memilih buah utuhan semisal apel, plum, persik, pir, serta jeruk," ungkap Jessie, demikian dikutip dari sumber tersebut. Express UK .
Bukan setiap negara yang mempunyai pasokan air bersih yang layak. Ada beberapa daerah dan negera dengan risiko pencemaran air, misalnya Bulgaria, Siprus, Lithuania, Rumania, dan juga Turki, selain itu sebagian area di Hungary dan Bosnia dan Herzegovina pun menghadapi masalah serupa sesuai laporan dari Compare The Supermarket.
4. Sosis dingin serta keju yang lembut
Seperti halnya makanan hangat yang perlu dipertahankan ketinggiannya, makanan sejuk pun memiliki suhu ideal yakni dibawah empat derajat Celsius. Makanan ini biasa disimpan dalam wadah berisi es ataupun melalui penggunaan lemari Pendingin. Perhatikan pula produk-produk susu, seafood serta daging karena cukup sensitif terhadap manipulasi temperatur. Kategori makanan itu mengharuskan adanya pantauan yang teliti." Jika tidak didinginkan secara tepat, daging beku dan keju lembut sering kali menjadi sumber masalah," ungkap Jessie.
5. Hidangan penutup yang empuk
Tart custard dan tiramisu sungguh memikat untuk dijadikan hidangan penutup. Namun, Badan Standar Pangan Inggris menyarankan bahwa kue, cheese cake, atau jenis dessert apapun yang menggunakan krim segar harus tetap berada dalam lemari es sesedikit mungkin. Sebaiknya mereka tidak keluar dari lemari es melebihi empat jam.
Comments
Post a Comment