5 Rahasia Kuil Luxor: Museum Luar Ruangan Terbesar di Dunia

Kuil Luxor adalah sebuah monumen indah terletak di pusat Kota Luxor, Mesir. Biasa dikenal pula dengan nama Kuil Selatan, tujuan pokoknya ialah untuk merayakan acara tahunan Opet, ketika patung-patung Amun, Mut, dan Khonsu dipindahkan dari Karnak melintasi Jalan Sphinx, kemudian digabungkan kembali di tempat ini pada masa flood atau banjir.

Di masa lalu, Kuil Luxor dikitari oleh beraneka jenis bangunan terbuat dari bata tanah liat seperti rumah-rumah, toko-toko, serta workshop yang kini ada di bawah Kota Modern tersebut. Namun ketika kota tua itu hancur, penduduk pindahkan dirinya menuju area kompleks kuil dimana bagian-bagian tertentu masih terselubungi dan mendirikan pemukiman baru mereka didalamnya. Tahun 1885, usaha pengeborongan dilakukan guna membersihkan daerah permukiman warga beserta sisa-sisa reruntuhan abad demi abad supaya bisa menampilkan lebih banyak lagi struktur yang ada pada kuil saat ini.

Mari kita lihat beberapa informasi menarik tentang Kuil Luxor di bawah ini!

1. Berfungsi sebagai lokasi peristirahatan final serta penghormatan

Berbeda dengan kebanyakan tempat suci di Mesir Kuno, Kuil Luxor tak ditujukan kepada dewa atau firaun spesifik mana pun, tetapi lebih pada "pembaruan kerajaan," seperti yang disebutkan dalam sumber tersebut. Enjoy Travel Di situs ini kebanyakan firaun mungkin telah dikoronasi. Selain itu, Kuil Luxor berfungsi sebagai lokasi istirahat vital bagi para firaun; banyak di antara mereka yang dikuburkan di sana.

Kuil Luxor menyelenggarakan Festival Opet tahunan; sebuah acara penting untuk menguatkan hubungan suci antara firaun dan dewa-dewi. Memiliki pilar-pilar setinggi langit serta relief bertabur detail, desain bangunan ini mencerminkan kekuasaan kerajaan. Tidak seperti tempat pemakaman lain di Mesir, Kuil Luxor difungsikan sebagai lokasi utama bagi ritual dan ibadah, tidak digunakan sebagai kuburan raja-raja.

2. Dahulu kawasan ini berkelanjutan dengan Kuil Karnak

Pada periode Firaun Mesir, kuil Luxor dan kuil Karnak dihubungkan dengan sebuah jalan yang panjangnya mencapai 2 mil atau setara dengan 3 kilometer. Jalanan tersebut dikenal sebagai Jalan Sphinx dikarenakan terdapat lebih dari 1.350 patung sphinx bertubuh singa tetapi kepala manusia, seperti yang dilansir. Enjoy Travel Semua jalur itu masih dalam proses pengeboran, dengan harapan pada akhirnya bisa digunakan oleh para turis.

Sphinx Street dipakai dalam parade agama, terutama pada acara Festival Opet. Jalanan mewah tersebut menggambarkan ikatan antara dunia bawah dan surga, dengan penekanan pada daya tarik dan kemurnian candi-candi yang dilewati. Usaha pemugaran baru-baru ini bertujuan untuk memelihara nilai-nilainya serta menyajikan fungsi sejarah dari Sphinx Street.

3. Setiap bagian mempunyai sasaran tersendiri.

Enjoy Travel Menjabarkan bahawa Kuil Luxor dibuat dari balok batu pasir Nubia. Dinding yang terbentuk dari tanah liat berfungsi sebagai pembatas simbolik antara dunia manusia dan wilayah keramat para dewa. Gerbang utama, atau sering disebut pilar pertama, dirancang serta hias dengan gambar-gambar keberhasilan perang yang dipimpin Ramses II.

Aula Hypostyle, yang terinspirasi dari nama atapnya yang dulunya didukung oleh setiap pilar, ditujukan hanya untuk firaun dan para pendeta. Struktur ini dahulu pernah menjadi gereja Kristen; jejak-jejak gereja Koptik lainnya yang berada di bagian barat masih dapat diamati hingga kini. Sementara itu, di area timurnya, terdapat ruangan yang disebut sebagai tempat kelahiran Amenhotep III dengan dinding-dindingnya yang mendetailkan skenario kelahiran ilahi secara simbolis.

4. Lokasinya sangat mudah dicapai karena berada di pusat kota Luxor.

Ketika tidak buka untuk publik, Kuil Luxor masih bisa dilihat dari pinggir Sungai Nil ataupun melewati tengah kota Luxor. Disarankan bagi para pelancong untuk berkunjung ke situs suci ini ketika matahari mulai terbenam, sebagaimana dijelaskan. Luxor and Aswan Travel Kompleks Kuil Luxor dipenuhi penerangan yang memesona untuk menghidupkan kembali detail-relief ukirannya ketika sinar hari perlahan-lahan meredup, menjadikan kolom-kolomnya di atas sunset sebagai momen foto yang spektakuler.

Penerangan kuil Luxor pada malam hari memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk menghayati kemegahan tempat tersebut dengan sumber cahaya yang benar-benar baru. Melakukan perjalanan melewati tiang-tiang raksasa serta area-area tua di bawah langit yang dipenuhi bintang ini membuka pandangan singkat tentang zaman dahulu. Memiliki warisan yang mendalam dan pemandangan yang memesona, Kuil Luxor masih menjadi daya tarik utama bagi pelancong dari seluruh dunia.

5. Terdapat sebuah kuil milik Alexander Agung di sana.

Antara berbagai lokasi di Kuil Luxor, ada satu kuil unik yang telah menjadi pusat penyembahan dan ritual bagi masyarakat Romawi selama bertahun-tahun, mencakup periode ketika Aleksander Besar masih hidup, seperti yang disebutkan dalam sumber tersebut. Enjoy Travel Di sisi belakang, terdapat kapel Alexander Agung yang dilengkapi dengan lukisan tembok sang raja memakai pakaian mirip firaun. Sebagian orang mengatakan dia disucikan di Kuil Luxor, namun para ahli sejarah membantah klaim tersebut.

Kemudian, bangsa Romawi merombak sebagian dari Kuil Luxor untuk digunakan sebagai area penyembahan bagi para dewata mereka. Bukti akan hal tersebut bisa dilihat melalui gambar relief serta inskripsi berbahasa Romawi yang tetap bertahan hingga saat ini di wilayah situs suci tersebut. Walaupun begitu, komponen-komponen asli milik Mesir seperti koloni raksasan dan patung-patungnya terus mencerminkan ikatan erat dengan warisan zaman Firaun dahulu.

Di luar sebagai lambang dari sejarah Mesir yang kaya, Kuil Luxor pun jadi tempat yang harus dilihat oleh turis yang berkeinginan untuk mencicipi pesona masa lampau mereka. Tempat populer ini masih menarik perhatian banyak orang yang mengagumi jejak zaman dahulu.

Comments

Popular posts from this blog

5 Camilan Tradisional Gurih dari Sidoarjo yang Mantap Buat Ngemil!

G-Walk Surabaya: Eksplore Kuliner Kekinian dengan Cita Rasa dan Tampilan Instagenic

Suka Nongkrong? Cek 3 Kafe Terbaik di Tumpang Malang yang Wajib Dicoba!